Pengalaman Pertama Jadi Penari Kreasi di Yudisium 2025
Tahun 2025 ini jadi pengalaman baru buatku, karena untuk pertama kalinya aku ikut terlibat sebagai relawan tari kreasi di acara yudisium kampus. Awalnya cuma iseng daftar, entah akan terpilih atau tidak dalam seleksi, tapi ternyata alhamdulillah terpilih. Rasanya campur aduk—antara senang, gugup, dan penasaran seperti apa nanti prosesnya.
Latihan mulai dilakukan beberapa bulan sebelum acara, namun intensitasnya hanya 1–2 kali dalam seminggu. Jujur, rasanya cukup menantang ketika menyadari bahwa acara yudisium tinggal beberapa minggu lagi, sementara gerakannya sangat energik dan membutuhkan kekompakan tinggi.
Terkadang latihannya juga bentrok dengan kegiatan aku sama yang lain, tapi mau tidak mau harus pandai membagi waktu dan menjaga komitmen antara keduanya.
Meski lelah, suasana latihan selalu penuh tawa. Kadang ada yang salah gerakan, saling bertabrakan, atau lupa urutan gerakan—tapi justru dari situ muncul rasa kebersamaan. Setiap latihan membawa cerita baru, dari yang serius sampai yang lucu-lucu. Di balik semua itu, pelatih kami selalu sabar membimbing, memberi semangat, dan mengingatkan bahwa yang penting bukan hanya gerakannya, tapi juga rasa percaya diri dan kekompakan di atas panggung.
Hari yudisium pun tiba pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Karena takut kesiangan, malam sebelumnya kami para penari sudah memutuskan untuk menginap di kampus bersama. Malam itu rasanya deg-degan tapi seru—antara takut salah gerak dan nggak sabar pengin tampil. Pagi-pagi sekali, sekitar jam tiga, kami sudah terbangun. Langsung mandi, lalu berganti pakaian tari yang sudah disiapkan.
Ketika azan subuh terdengar, kami menunaikan sholat Subuh terlebih dahulu. Setelah itu, suasana mulai sibuk—giliran kami untuk dirias dan bersiap tampil. Meski masih agak mengantuk, rasa antusias dan deg-degan mulai terasa.
Begitu matahari mulai naik, kampus sudah mulai ramai oleh para wisudawan dan keluarga mereka. Saat giliran kami tampil, jantung rasanya berdebar kencang. Tapi begitu musik dimulai, semua rasa gugup langsung hilang. Kami menari dengan penuh semangat, mengikuti irama dan tersenyum manis. Selesai tampil, rasa lega dan haru bercampur jadi satu—akhirnya perjuangan selama latihan terbayar juga.
Pengalaman pertama ini benar-benar berkesan. Dari latihan sampai tampil, semuanya jadi pelajaran berharga tentang tanggung jawab, disiplin, dan keberanian keluar dari zona nyaman.
Setelah penampilan selesai, kami semua berkumpul untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Di foto itu, kami para penari berdiri berjejer dengan senyum lebar, sementara di tengah ada dua pelatih tari kami yang selama ini sabar membimbing dari awal latihan sampai hari tampil. Rasanya benar-benar hangat dan membahagiakan bisa mengabadikan momen itu. Foto tersebut jadi bukti perjuangan dan kerja keras kami selama persiapan, sekaligus simbol kebersamaan yang terjalin selama proses latihan. Terima kasih untuk dua pelatih hebat di tengah kami yang selalu sabar membimbing sejak awal latihan. 💛

Komentar
Posting Komentar